• 5

    Sep

    Ngabuburit, Di Masa Lalu !

    Tidak terasa sudah 4 hari kita melaksanakan Ibadah Puasa di Bulan Suci Ramadhan tahun ini. Dalam melaksanakan Ibadah Puasa, kita mengenal istilah yang sudah umum yaitu “Ngabuburit”. Kali ini aku ingin menceritakan, sekian puluh tahun yang lalu, apa yang aku kerjakan ketika melaksanakan acara Ngabuburit dalam melaksanakan Ibadah Puasa ini. Istilah ngabuburit adalah istilah yang umum digunakan oleh masyarakat di Jawa Barat dalam mengisi waktu menjelang senja hari (waktu magrib) dimana waktu nya untuk berbuka puasa. Nah ketika aku masih duduk di Sekolah Rakyat (SD sekarang) aku sudah mulai menjalankan puasa. Kalau dulu ada istilah “puasa ayakan” untuk para “pembelajar” yang mulai puasa, ikut sahur seusai waktunya tetapi waktunya berbuka di jam 12 siang.
  • 26

    Aug

    Nostalgia SMA-ku.

    Hari senin tanggal 25 Agustus 2008 kemarin, menjelang datangnya Bulan Suci Ramadhan aku ke Bandung untuk ber-ziarah ke makam kedua orang-tuaku. Bila aku ke Bandung, so pasti kenangan-kenangan masa lalu ketika aku masih tinggal disini akan terbayang kembali. Secara kebetulan sekembalinya dari makam kedua orang tuaku, aku berkeliling kota sedikit dan meliwati jalan Pasirkaliki dan melewati sekolah ku dulu : SMAN 6 Bandung. Aku melihat sekolahku kini sudah jauh semakin baik dibandingkan waktu aku masih sekolah disitu dulu. Tepat, 40 tahun yang lalu di tahun 1968 aku masuk sekolah ini. Aku masih ingat di hari-hari pertama aku mulai merasakan jadi “Anak kelas satu SMA’, disuatu pagi, teman-teman sebayaku di kompleks perumahan dimana aku tinggal memberitahu bahwa hari itu aku disa
  • 14

    Aug

    H. Mutahar, Sang Pencipta Lagu Hari Merdeka

    Setiap tahun apabila kita merayakan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia sudah bisa dipastikan bahwa kita akan sering mendengar Lagu Hari Merdeka yang diciptakan oleh Bapak Husein Mutahar (Alm) yang dinyanyikan baik itu oleh anak-anak, maupun orang dewasa. Namun dibalik lagu itu, tahukah anda siapa tokoh pencipta lagu tersebut ? Disini aku mencoba untuk menuliskan sedikit tentang beliau yang aku cuplik dari berbagai sumber. Bapak Husein Mutahar lahir di Semarang, Jawa Tengah pada tanggal 5 Agustus 1916. Perjalanan pendidikan formalnya dimulai dari ELS (Europese Lagere School atau sama dengan SD Eropa selama 7 tahun) , kemudian dilanjutkan ke MULO (Meer Uitgebreid Lager Ondewwijs atau sama dengan SMP selama 3 tahun) dan dilanjutkan ke AMS (Algemeen Midelbare School atau sama
  • 14

    Aug

    Kak Sum, Bapakku dan Pelatihku !

    Terinspirasi dari postingan kang Asep tentang lahirnya Gerakan Pramuka di Indonesia, dan juga hari ini tanggal 14 Agustus 2008 diperingati Hari Pramuka ke 47, aku terinspirasi untuk menuliskan sesuatu yang berkaitan dengan Pramuka khususnya tentang Almarhum Bapakku yang kebetulan pernah aktif di Gerakan Pramuka. Nama Kak Sum almarhum Bapakku dengan nama lengkap Sumahadi, mungkin lebih dikenal sebagai pelatih nasional Gerakan Pramuka di tahun 60 an seiring dengan awal lahirnya Gerakan Pramuka di Indonesia bersama Kak Mut (Bapak Husein Mutahar), Bu Nok (Ibu Mastini Hardjoprakoso), Kak Idik (Bapak Idik Sulaeman) dan pak Sukari. Beliau-beliau ini sebagai Lima Sekawan diawal lahirnya Gerakan Pramuka ini secara bergantian atau bersama-sama berkeliling Indonesia untuk melakukan pelatihan kepada
  • 9

    Aug

    Naik Kereta Api Dikawal Panzer!

    Naik Kereta Api sambil dikawal Panzer mungkin sulit dibayangkan kondisi tersebut untuk saat ini. Mungkin aneh kalau Kereta Api Argo Gede Bandung - Jakarta dikawal panzer, bahkan kalau Presiden naik kereta api saja tidak pernah ada pengawalan menggunakan panzer. Tetapi aku mengalami kondisi ini kalau tidak salah sekitar akhir tahun 1950 an sampai awal tahun 1960 an. Saat itu aku masih sekolah di Sekolah Rakyat (sekolah Dasar / SD kalau sekarang sebutannya), bila liburan sekolah biasanya berlibur ke rumah Embah yang tinggalnya di Madiun. Nah, pengawalan menggunakan Panzer ini dilakukan untuk semua Kereta Api dari Bandung yang menuju ke arah timur dan sebaliknya dari timur yang menuju Bandung. Tepatnya perlakuan pengawalan ini dilakukan dari Stasiun Cicalengka sampai dengan Stasiun Cibatu.
  • 9

    Aug

    Alun-Alun Bandung, Dalam Kenangan-ku !

    Aku tergelitik ketika membaca artikelnya Kang Hakim tentang Mesjid Agung Bandung. Aku jadi ingat Bandung “jaman baheula” , sekian puluh tahun yang lalu ketika aku masih tinggal di Bandung. Mesjid Agung seperti yang di gambarkan Kang Hakim masih tetap ada tetapi sudah berubah dan yang berubah total adalah Alun-Alun Bandung. Flash back sekitar tahun 1965 - 1966, Alun-Alun Bandung tempat kita-kita berkumpul kalau mau demo. Saat itu aku masih kelas 2 SMP. Saat itu Alun-Alun masih jadi satu tempat yang kayanya luas banget, dan juga saat itu masih rame-ramenya dengan banyak nya Kesatuan Aksi seperti KAMI (Kesatuan Aksi mahasiswa Indonesia), KAPI (Kesatuan Aksi Pelajar Indonesia), KAPPI (Kesatuan Aksi Pemuda Pelajar Indoonesia) dan lain2 nya. Tuntutan saat itu kalau tidak salah adala
-

Author

Follow Me